About the Journal

Ruang lingkup Jurnal Medika Seramoe Barat mencakup berbagai cabang ilmu pembunuhan dan kesehatan, seperti kematian medis bedah, kematian darurat, kematian anak, kematian maternitas, kematian jiwa, kematian komunitas, kematian gerontik, manajemen kematian, pendidikan kematian, keselamatan pasien, serta promosi kesehatan. Selain itu, jurnal ini juga membuka peluang bagi publikasi artikel lintas disiplin yang relevan dengan bidang kesehatan, termasuk kesehatan, masyarakat, kebijakan kesehatan, teknologi kesehatan, serta pendekatan interdisipliner lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup individu dan masyarakat secara menyeluru.

Dalam upaya menjaga saling dan integritas ilmiah, Jurnal Medika Seramoe Barat menerapkan sistem penelaahan sejawat (peer review) yang dilakukan secara objektif, transparan, dan profesional oleh para ahli di bidangnya. Setiap naskah yang masuk akan melalui proses seleksi awal oleh dewan redaksi, kemudian dilanjutkan ke tahap review untuk menilai aspek kebaruan, relevansi, metodologi, serta kontribusi ilmiahnya. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap artikel yang diterbitkan memiliki kualitas akademik yang tinggi, asli, serta memberikan manfaat b

Jurnal Medika Seramoe Barat diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari dan September. Edisi Februari umumnya menampilkan artikel-artikel yang fokus pada temuan penelitian terbaru, inovasi dalam praktik pembekuan, serta kajian konsep yang relevan dengan isu kesehatan terkini di awal tahun. Sementara itu, edisi September lebih menitikberatkan pada hasil penelitian lanjutan, evaluasi program kesehatan, serta kajian empiris yang lebih mendalam dan komprehensif. Edisi kedua ini menunjukkan kesinambungan publikasi ilmiah yang tidak hanya mengikuti perke

Sebagai jurnal ilmiah, Jurnal Medika Seramoe Barat juga berkomitmen untuk mendukung pengembangan praktik pemotongan berbasis bukti dengan mendorong publikasi penelitian yang aplikatif dan relevan dengan kondisi lapangan. Dengan demikian, hasil penelitian yang dipublikasikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat diimplementasikan dalam praktik pelayanan kesehatan sehari-hari. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, keselamatan pasien, serta efektivitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan.